Ibu Ibnu pemilik Rindu Farm usaha wisata petik melon yang merupakan salah satu nasabah BRI Branch Office Klaten
Klaten, Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Klaten terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan layanan keuangan digital. Salah satu implementasinya hadir di Rindu Farm, usaha wisata petik melon milik nasabah BRI yang berlokasi di Tambong Wetan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, yang kini memanfaatkan QRIS BRI sebagai metode pembayaran bagi pengunjung.
Rindu Farm merupakan usaha milik Ibu Ibnu yang menawarkan pengalaman wisata petik melon secara langsung. Pengunjung dapat memilih dan memetik melon sendiri, kemudian hasil petikan ditimbang untuk menentukan total pembayaran. Dengan menggunakan QRIS BRI, proses pembayaran menjadi lebih praktis tanpa perlu menyiapkan uang tunai maupun uang kembalian.
Layanan QRIS BRI di Rindu Farm difasilitasi melalui BRI Unit Klaten Kota yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi usaha. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya BRI Branch Office Klaten dalam mendampingi nasabah UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi pembayaran digital sesuai kebutuhan usaha.
Dengan harga melon sebesar Rp25.000 per kilogram dan berat melon yang umumnya berkisar antara 1 hingga 2,5 kilogram, pembayaran digital memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam menyelesaikan transaksi sesuai berat hasil petikan. QRIS BRI dapat digunakan melalui aplikasi BRImo maupun aplikasi pembayaran lain yang mendukung QRIS, sehingga pelanggan memiliki fleksibilitas dalam memilih sumber dana pembayaran.
Pemanfaatan QRIS juga membantu pemilik usaha mengurangi kebutuhan uang tunai dan menyediakan uang pecahan kecil untuk kembalian. Sementara itu, bagi pelanggan yang melakukan pembelian secara daring, pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening BRI sesuai mekanisme transaksi yang disepakati.
Branch Office Head BRI Klaten, Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa dukungan terhadap Rindu Farm merupakan bagian dari peran BRI dalam mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.
“BRI Branch Office Klaten berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha, salah satunya melalui pemanfaatan layanan pembayaran digital seperti QRIS BRI. Kami melihat bahwa kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek penting dalam memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan sekaligus membantu pelaku usaha menjalankan operasional secara lebih praktis. Kami berharap Rindu Farm dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pelanggan, dan menjadi contoh bagi UMKM lainnya dalam memanfaatkan layanan digital untuk mendukung pertumbuhan usaha,” ujar Agung.
Dari sisi pelaku usaha, penggunaan QRIS BRI memberikan manfaat nyata dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ibu Ibnu, pemilik Rindu Farm, menyambut baik dukungan BRI yang telah membantu menghadirkan kemudahan pembayaran bagi pengunjung. Menurutnya, transaksi digital membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis karena pelanggan tidak selalu harus menggunakan uang tunai, sementara dirinya tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian.
Ibu Ibnu juga mengapresiasi responsivitas petugas BRI dalam memberikan pendampingan. Ketika terdapat kendala transaksi, petugas BRI dapat segera datang untuk melakukan tindak lanjut sehingga aktivitas usaha dapat kembali berjalan dengan baik. Ibu Ibnu sendiri telah menjadi nasabah BRI selama lebih dari 10 tahun dan berharap kualitas layanan BRI terus meningkat serta semakin mendukung perkembangan usahanya.
Melalui BRI Branch Office Klaten, BRI terus mendorong pemanfaatan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha lokal. Pendampingan kepada UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyediaan produk dan layanan keuangan, tetapi juga melalui edukasi serta dukungan dalam penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
BRI berharap implementasi QRIS di Rindu Farm dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk mulai mengadopsi pembayaran digital sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Dengan transaksi yang semakin mudah dan dukungan layanan perbankan yang responsif, UMKM di Kabupaten Klaten diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta tumbuh secara berkelanjutan








![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76025 Public](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/public-429-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76015 Public](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/public-424-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76019 Public](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/public-426-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76021 Public](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/public-427-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76023 Public](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/public-428-148x111.avif)