
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali menjadi tuan rumah perhelatan internasional ASEAN Sports Day (ASD) 2026. Mengusung tema ‘Active Youth Healthy Future’, kegiatan ini tidak hanya mendorong generasi muda untuk aktif berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persahabatan antarnegara ASEAN sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan budaya Yogyakarta.
Salah satu rangkaian ASD 2026 yakni Tour de Prambanan yang digelar Sabtu (5/9/2026). Sebanyak sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan bersepeda dengan rute menuju kawasan Prambanan sejauh 50 kilometer. Kegiatan tersebut dilepas pada pukul 06.00 WIB oleh Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora RI Yayat Suyatna bersama jajaran Pemda DIY dan Pemkab Sleman.
Yayat mengatakan, Tour de Prambanan dirancang sebagai kegiatan olahraga yang sekaligus membawa misi persahabatan negara-negara ASEAN. Para peserta diajak bersepeda sembari menikmati kawasan Prambanan dan kekayaan warisan budaya Yogyakarta.
“Tour de Prambanan ini memang tujuannya untuk persahabatan negara-negara ASEAN dengan gowes dan juga kita ingin menyemangati masyarakat supaya terus menggelorakan olahraga,” kata Yayat saat diwawancara usai flag off Tour de Prambanan di Loman Park Hotel Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong konsep sport tourism. Melalui olahraga, warisan budaya yang dimiliki Yogyakarta diharapkan semakin dikenal masyarakat internasional.
“Warisan-warisan daripada budaya di Jogja ini dikenalkan kepada dunia dengan kita, tagline-nya Tour de Prambanan ini,” ujarnya.
Yayat juga berharap semangat yang dibawa dalam Tour de Prambanan tidak berhenti pada peserta ASD, tetapi bisa menular kepada masyarakat. Aktivitas olahraga yang dilakukan secara rutin dinilai dapat meningkatkan kebugaran sekaligus mendorong generasi muda untuk berprestasi di bidang olahraga.
“Mudah-mudahan nanti ini bisa jadi semangat anak muda untuk lebih berprestasi di bidang olahraga khususnya di sepeda,” katanya.
Selain Tour de Prambanan, rangkaian ASD 2026 juga membawa misi mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda. Sejumlah permainan seperti egrang dan bakiak menjadi bagian dari kegiatan untuk mendekatkan kembali olahraga tradisional yang dinilai sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Yayat mengatakan, olahraga tradisional perlu terus dilestarikan sekaligus dikenalkan kepada dunia. Harapannya, olahraga tradisional semakin akrab dengan generasi muda dan tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan olahraga modern.
“Olahraga tradisional itu sebenarnya sudah sangat luar biasa, tapi bagaimana olahraga tradisional dikenal oleh generasi muda. Nah, ini melalui ASD ini pertama makin dikenal, makin akrab dan diajak untuk ikut terlibat dalam permainan tradisional,” ucap Yayat.
Selain itu, semangat olahraga juga akan didorong melalui pengelolaan ruang publik seperti Car Free Day (CFD). Kemenpora mendorong pemerintah daerah agar CFD tidak hanya menjadi ruang kuliner dan aktivitas ekonomi, tetapi juga benar-benar menjadi ruang masyarakat untuk bergerak dan berolahraga.
Menurut Yayat, konsep tersebut dapat mencontoh pengelolaan CFD di Jakarta yang memiliki pemisahan antara zona olahraga dan zona ekonomi. UMKM tetap dapat berkembang, namun aktivitas perdagangan diharapkan tidak mengganggu ruang yang diperuntukkan bagi olahraga.
“Kita ingin mendorong pemerintah daerah terutama bagaimana mengelola Car Free Day secara lebih baik. Jadi, Car Free Day diharapkan itu menjadi ajang pertemuan masyarakat untuk mau bergerak, untuk mau berolahraga. Jadi, bukan hanya kuliner,” katanya.
Pelaksanaan ASD 2026 di Yogyakarta yang sudah berlangsung sejak kemarin mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari kampus, sekolah hingga pihak swasta.
Salah satu peserta asal Kebumen, Mujiono, mengaku sengaja mengikuti Tour de Prambanan untuk mendapatkan pengalaman baru. Dia bahkan datang ke Yogyakarta pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
Menurut Mujiono, rute sepanjang sekitar 50 kilometer cukup menantang. Namun, konsep kegiatan yang mengusung suasana fun ride membuatnya memilih menikmati perjalanan dengan santai dan tidak terlalu menguras tenaga.
“Jadi baru kali ini untuk mengikuti event untuk Sport Day Tour de Prambanan. Dan tadi untuk rute ya cukup lumayan. Tapi karena fun ya kita agak santai lah, enggak terlalu keluarin tenaga banyak, pelan lah, enggak terlalu kencang gitu,” katanya.
Mujiono juga mengapresiasi suasana perjalanan yang dinilainya tertib. Keberadaan road captain (RC) membuat rombongan dapat bergerak dengan teratur. Dia juga senang bisa bertemu dan bertukar pengalaman dengan komunitas sepeda lainnya.
“Pengalamannya, gowes di kota yang cukup ramai tapi tertib. Perjalanannya cukup tertib, baris dua-dua terus karena ada RC-nya jadi terkendali, dan memang fun gitu ya. Happy ya, ramai-ramai. Alhamdulillah,” ujarnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Aprilia Sonya, mengaku Tour de Prambanan bukan pengalaman pertamanya. Dia menilai rute yang disajikan selalu memiliki variasi serta tantangan tersendiri.
“Dari dulu itu sebenarnya aku udah pernah ikut Tour de Prambanan sebelumnya juga. Rutenya itu selalu variasi dan menantang gitu. Ada rute-rute rolling, flat gitu,” kata Aprilia.
Pada pelaksanaan tahun ini, Aprilia menceritakan cukup menikmati berbagai rute, termasuk kawasan Lava Bantal dan jalur Jalan Solo. Dia juga mengaku terkesan dengan pemandangan Gunung Merapi yang terlihat dari perjalanan.
Bagi Aprilia yang sudah menyukai aktivitas bersepeda sejak duduk di bangku SMP, pengalaman bertemu dengan komunitas pesepeda lain menjadi salah satu hal menarik dalam Tour de Prambanan tahun ini. Menurutnya, suasana peserta yang ramai membuat kegiatan semakin menyenangkan.
“Pengalamannya tuh seru, terus juga bisa ketemu teman-teman komunitas yang lain juga. Terus bonus view-view tadi, yang ini ya baru view Merapinya baru bagus,” katanya.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73154 [Aggregator] Downloaded image for imported item #73154](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/para-peserta-tour-de-prambanan-rangkaian-dari-asean-sports_260905123555-934-1-148x111.jpeg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73150](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/pembukaan-acara-asean-sports-day-2026-di-kawasan-loman_260905125034-354-148x111.jpeg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73142](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/260905083223-704-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73126](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/078831600-1788516064-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73108](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/menyambut-hari-pelanggan-nasional-2026-pt-pln-persero-unit_260904143725-455-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73068](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/perwakilan-mahasiswa-ugm-dan-upn-yang-tergabung-aksi-damai_260903234142-847-148x111.jpeg)