
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Masjid Pertolongan Allah yang berlokasi di Perumahan Karim Residence, Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan sekadar sarana ibadah harian warga sekitar. Masjid ini menjadi prioritas utama dalam pembangunan Perumahan Karim Residence yang dikelola oleh Ahmad Hanafi Rais, putra tokoh nasional Amien Rais.
Gelaran Kajian Sore bertema ‘Mengembangkan Hayatan Thoyyibah dalam Qaryah Thoyyibah menuju Baldah Thoyyibah’, Selasa (4/8/2026) dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof KH M Din Syamsuddin dan juga dihadiri langsung oleh Amien Rais. Masjid ini menjadi ruang silahturahim sekaligus kegiatan keumatan yang menghadirkan para tokoh-tokoh besar tiap bulannya.
Hanafi Rais menuturkan bahwa kawasan tersebut dirancang dengan konsep perumahan Islami, yang mana keberadaan masjid menjadi prioritas utama penataan kawasan.
“Kami memastikan masjidnya terbangun sebagai prioritas, tidak hanya fisik tapi juga program-programnya. Jadi keluarga yang menghuni di tempat ini nantinya akan ada program bimbingan untuk anaknya, orang tua, kajian rumah tangga, hingga tahsin,” kata Hanafi, Selasa.
Hanafi menambahkan, aktivitas masjid ini juga ditujukan untuk merangkul para generasi muda saat ini salah satunya dengan menjadikan masjid sebagai ruang beraktivitas yang nyaman dan relevan.
“Kami ingin menjadikan masjid sebagai tempat nongkrongnya anak-anak muda. Ada program bedah buku, bedah film, hingga edukasi pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah. Prinsip kami adalah menjadikan dakwah sebagai poros hidup,” kata Hanafi menambahkan.
Kehadiran Amien Rais dalam acara kajian sore turut melengkapi ruang refleksi dan pembelajaran bagi generasi muda yang hadir. Pada usia yang menginjak 83 tahun, mantan Ketua MPR RI tersebut membagikan cerita mengenai fokus aktivitasnya selama menetap di Yogyakarta.
“Kegiatan saya kadang-kadang khutbah di Masjid Syuhada, Masjid Besar Kauman, dan masjid-masjid kecil di sekitar rumah. Yang kedua, banyak membaca buku dan kitab-kitab. Di hari tua ini saya punya waktu banyak untuk melakukan semacam refleksi atau perenungan,” kata Amien.
Amien mengaku bersyukur atas karunia kesehatan dan usia yang diberikan, serta berharap kehidupan yang dijalaninya dapat diakhiri dengan husnul khatimah. Beliau juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar tetap teguh memegang nilai-nilai agama di tengah perkembangan zaman.
“Saya berharap generasi anak dan cucu saya, di tengah kemajuan peradaban dunia yang semakin jauh, tetap teguh memegang agama Islam,” katanya.












