Grab Pangkas Emisi Lebih dari 211 Ribu Ton, Ini Strateginya

by -5 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tekanan global terhadap dunia usaha untuk menurunkan emisi karbon semakin meningkat. Di saat yang sama, perusahaan-perusahaan transportasi dan layanan digital mulai dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap agenda keberlanjutan.

banner 336x280

Grab melaporkan penggunaan kendaraan rendah emisi, pengembangan armada listrik, serta berbagai program pengurangan karbon yang dijalankan sepanjang 2025 telah membantu memangkas emisi gas rumah kaca dalam skala signifikan. Capaian tersebut tercantum dalam Grab ESG Report 2025 yang memuat perkembangan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan di seluruh kawasan operasinya.

Berdasarkan laporan itu, porsi jarak tempuh kendaraan rendah emisi di platform Grab Asia Tenggara meningkat dari 7 persen pada 2024 menjadi 9 persen pada 2025. Kenaikan tersebut diklaim berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 211 ribu ton emisi gas rumah kaca.

Selain menekan emisi dari aktivitas transportasi, Grab juga melaporkan telah menghindari dan menghapus lebih dari 772 ribu ton karbon dioksida ekuivalen melalui proyek kredit karbon terverifikasi, perlindungan ekosistem alam, serta penanaman lebih dari 210 ribu pohon. Pada periode yang sama, perusahaan mencatat lebih dari 10 ribu ton limbah kemasan sekali pakai berhasil dikurangi, digunakan kembali, atau didaur ulang.

Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia Rivana Mezaya mengatakan, pengurangan emisi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik menjadi instrumen penting dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Grab terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan mendukung pemerintah dalam mencapai target netral karbon pada tahun 2040,” kata Rivana kepada Republika, (9/6/2026).

Laporan ESG 2025 menunjukkan Indonesia menjadi salah satu pasar utama pengembangan kendaraan listrik Grab di kawasan Asia Tenggara. Hingga akhir 2025, Grab mengoperasikan lebih dari 14 ribu armada GrabElectric yang terdiri atas kendaraan roda dua dan roda empat di 10 kota, yakni Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Medan, dan Palembang.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 11 ribu unit merupakan sepeda motor listrik yang beroperasi melalui kerja sama dengan sejumlah produsen seperti Electrum, Smoot Motor, Kymco, Viar, dan Alva. Sementara itu, lebih dari 3.000 mobil listrik dijalankan melalui kemitraan dengan BYD, Aion, dan Maxus untuk melayani layanan GrabCar Executive, Premium, dan Plus.

Pengembangan armada listrik juga dibarengi penyediaan infrastruktur pendukung. Grab bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk menghadirkan sekitar 1.500 titik penukaran baterai dan fasilitas pengisian daya guna menunjang operasional kendaraan listrik di berbagai wilayah.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.