
Aksi yang digelar oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Rabu (20/5/2026) usai dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan dosen mencuat di media sosial X.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Gelombang protes disuarakan oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Rabu (20/5/2026) usai dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian mencuat di media sosial X. Ratusan mahasiswa itu menggeruduk Gedung Rektorat sejak pukul 14.00 WIB untuk mendesak kampus bertindak tegas terhadap dugaan kasus kekerasan seksual tersebut.
Dalam pantauan di lokasi, massa mahasiswa memenuhi setidaknya tiga lantai Gedung Rektorat. Mereka membawa poster serta memasang spanduk berisi kritik terhadap pola penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus yang dinilai tidak transparan. Secara bergantian, mahasiswa menyampaikan orasi dan tuntutan di hadapan jajaran rektorat.
Koordinator aksi, Anton Wijoyo, menyebut kasus yang mencuat saat ini bukanlah kejadian pertama di kampus tersebut. “Kasus kekerasan seksual atau pelecehan seksual ini bukanlah hal yang pertama terjadi di UPN Veteran Yogyakarta. Ini merupakan kasus yang sudah terjadi sejak lama, namun pihak birokrasi terus menutupi dengan dali Citra UPN atau instansi ini akan memburuk di media atau di publik” kata Anton kepada wartawan di Gedung Rektorat UPN Veteran Yogyakarta, Rabu (19/5/2026).
Menurut Anton, dugaan kasus serupa tidak hanya terjadi di Fakultas Pertanian, tetapi juga ditemukan di sejumlah fakultas lain seperti Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang saat ini masih ditelusuri. Ia mengatakan modus yang kerap digunakan pelaku berawal dari candaan bernuansa seksis hingga mengajak mahasiswa bimbingan untuk nongkrong bersama.
“Dosen semua dan tenaga pendidik,” kata Anton.
“Sebetulnya pelaku itu umumnya mulai dari jokes-jokes seksis, kemudian hingga mengajak untuk nongkrong bersama dengan mahasiswa bimbingannya,” ucapnya menambahkan.












