Bank Raya (AGRO) Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Bisnis Digital di Public Expose Live 2026

by -3 Views
banner 468x60

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) turut ambil bagian dalam Public Expose Live 2026

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) turut ambil bagian dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan pada 9 Juni 2026 secara virtual. Dalam kegiatan tersebut, Perseroan menyampaikan kinerja keuangan Kuartal I 2026 sekaligus memaparkan arah strategi bisnis dan pengembangan inovasi yang akan dijalankan guna memperkuat pertumbuhan berkelanjutan. Paparan disampaikan oleh Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, bersama Direktur Bisnis, Kicky Andrie Davetra.

banner 336x280

Penyelenggaraan Public Expose secara berkala merupakan bentuk komitmen Bank Raya dalam menjaga keterbukaan informasi serta memberikan gambaran yang komprehensif mengenai perkembangan kinerja dan prospek perusahaan kepada investor maupun publik. Pada kesempatan ini, manajemen menegaskan fokus Perseroan dalam memperkuat peran sebagai bank digital yang menghadirkan layanan transaksi dan pengelolaan keuangan yang mudah diakses, relevan, dan dapat diandalkan bagi segmen usaha, komunitas, maupun individu.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Bank Raya mengimplementasikan strategi eksploitasi dan eksplorasi sebagai pendorong pertumbuhan bisnis digital. Melalui strategi eksploitasi, Perseroan mengoptimalkan potensi bisnis yang terdapat dalam ekosistem BRI Group melalui sinergi dengan BRI dan entitas anak perusahaan. Sementara itu, strategi eksplorasi dilakukan dengan memperluas jangkauan pasar di luar ekosistem BRI melalui berbagai kolaborasi dan kemitraan strategis dengan pihak eksternal yang memiliki potensi pertumbuhan.

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital. Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami.”

Perseroan optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan didukung oleh keunggulan kompetitif sebagai bank digital yang berfokus pada (1) Kekuatan Bank Raya sebagai bank digital dengan jaringan Online to Offline (O2O) terluas di seluruh Indonesia, (2) Inovasi berkelanjutan pada produk digital lintas segmen yang komprehensif (cross segment digital product) yang memungkinkan Bank Raya untuk scale up bisnis dengan cara partnership dan akuisisi end user melalui ekosistem BRI maupun ekosistem digital  lainnya, (3) Optimalisasi Sinergi BRI Group sebagai Digital Attacker untuk melayani pasar UMKM dengan produk yang cepat, relevan, dapat diandalkan, dan lebih mudah diakses oleh nasabah.

Bisnis Digital Terus Tumbuh dan Menjadi Motor Penggerak Kinerja

Bank Raya kembali menunjukkan kinerja yang semakin solid pada Kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penyaluran kredit digital, pertumbuhan simpanan digital, serta penguatan berbagai indikator fundamental keuangan. Pada periode tersebut, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar. Kinerja ini turut didorong oleh peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 4,87% pada Kuartal I 2025 menjadi 5,78% pada Kuartal I 2026 atau meningkat 91 basis poin secara tahunan, seiring optimalisasi aset produktif dan efisiensi biaya dana.

Dalam rangka menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, Bank Raya terus memperbesar kontribusi bisnis digital terhadap keseluruhan portofolio kredit. Hingga Kuartal I 2026, porsi kredit digital meningkat menjadi 46% dibandingkan 32% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menargetkan porsi kredit digital dan simpanan digital akan terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2026.

Penyaluran kredit digital tercatat mencapai Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% secara tahunan, sementara outstanding kredit digital meningkat 33,1% menjadi Rp3,14 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi digital yang dijalankan Bank Raya, khususnya dalam memperluas ekosistem digital dan meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah.

Salah satu produk unggulan Bank Raya, Pinang Dana Talangan, terus menunjukkan performa yang positif. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp7,25 triliun atau tumbuh 33,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Outstanding produk ini juga meningkat 63,0% menjadi Rp1,15 triliun dan telah dimanfaatkan oleh sekitar 52 ribu Agen BRILink serta Agen Gadai.

Bagus mengatakan, “Kami optimis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa tahun 2026.  Optimisme ini tentunya didukung oleh perkuatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.”

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah melalui produk giro dan tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2% secara tahunan. Digital Saving menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 63,9% menjadi Rp2,30 triliun. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital Bank Raya di tengah upaya Perseroan memperluas literasi dan inklusi keuangan digital.

Kondisi likuiditas Perseroan juga tetap terjaga kuat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 81,64%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 442,55%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 164,71%, seluruhnya berada di atas ketentuan minimum regulator. Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 41,80% pada Maret 2026, mencerminkan posisi permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 100 fitur dalam Aplikasi Raya yang digunakan oleh lebih dari satu juta nasabah. Berbagai fitur unggulan yang tersedia antara lain Saku Bisnis untuk membantu pengelolaan keuangan usaha, Uang Saku yang mendukung edukasi keuangan digital bagi anak dengan pengawasan orang tua, Saku Bareng untuk kebutuhan menabung bersama secara transparan, serta Kartu Digital Debit Visa yang mendukung transaksi domestik maupun internasional. Dalam waktu dekat, Perseroan juga akan meluncurkan fitur baru yang memungkinkan nasabah mengelola keuangan sekaligus mendukung aktivitas hobi mereka.

“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan” Tegas Bagus.

Konsisten Memperkuat Tata Kelola dan Teknologi Informasi

Sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis digital, Bank Raya terus meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan keamanan data melalui penerapan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System (ISMS). Implementasi standar tersebut mencakup pengelolaan risiko, perlindungan informasi, dan pengendalian operasional teknologi informasi yang selaras dengan praktik terbaik global. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan perbankan digital serta memperkuat kepercayaan nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan.

Selain itu, pada tahun 2025 Bank Raya meraih predikat “Most Trusted Company” berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI). Pengakuan tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran sesuai standar industri perbankan.

Bank Raya juga secara berkelanjutan melakukan penyempurnaan model bisnis, proses operasional, penerapan kode etik perusahaan, penguatan komitmen anti fraud, serta memperoleh berbagai sertifikasi internasional seperti ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi, dan ISO 20000-1:2018 IT Service Management System.

Sepanjang tahun 2025, Bank Raya berhasil meraih 23 penghargaan dari berbagai institusi nasional yang kredibel. Beberapa di antaranya adalah Kata Data Green Safe Award, IICD Awards 2025 Category Corporate Governance Conference, Anugerah Inspiratif Liputan6.com 2025 untuk kategori Digitalisasi Inovasi Perbankan Digital Berbasis Komunitas, Investor Daily ESG Appreciation untuk kategori Initiative in Social Innovation, serta Indonesia Best CX-EX Strategy 2025.

Memasuki tahun 2026, Bank Raya kembali memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan World’s Best Bank Awards 2026 dari Forbes. Perseroan juga meraih penghargaan pada bidang inovasi digital, di antaranya Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026 dan Digital Innovation Awards 2026. Berbagai pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Bank Raya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi nasabah dan masyarakat luas.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.