
Gelaran prosesi Garebeg tahun sebelumnya di Kompleks Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bakal menyederhanakan prosesi Garebeg Besar 2026. Dalam pelaksanaan tahun ini, dipastikan tidak ada gunungan yang keluar dari keraton maupun iring-iringan prajurit seperti tradisi sebelumnya.
Hajad Dalem Garebeg sendiri merupakan upacara adat rutin yang digelar Keraton Yogyakarta tiga kali dalam setahun, yakni Garebeg Syawal untuk Idul Fitri, Garebeg Besar untuk Idul Adha, dan Garebeg Mulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Salah satu Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, KRT Kusumanegara, mengatakan pihaknya telah menerima dhawuh dalem atau perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyederhanakan prosesi Garebeg mulai tahun ini. “Belum lama ini nampi Dhawuh Dalem (menerima dhawuh/perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X -Red) untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari besok Garebeg Besar,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Para abdi dalem akan menjalankan perintah tersebut sebaik-baiknya. Menurutnya, pelaksanaan Garebeg Besar kali ini akan dibuat mirip seperti saat pandemi Covid-19.
“Tidak ada gunungan yang keluar dari keraton, tidak ada iring-iringan prajurit juga,” katanya.
“Seluruh ubarampe pareden hanya akan dibagikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta,” ujar dia menambahkan.












