Tips Belanja dan Berwisata Di Malioboro

Pasti tak puas rasanya jika tak membawa cinderamata dan berbagai oleh-oleh khas Jogja untuk sanak keluarga. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi para pemburu cendera mata adalah kawasan Jalan Malioboro.
Malioboro menawarkan berbagai jenis oleh-oleh dan cindera mata, mulai dari kerajinan unik, batik, akanan khas jogja seperti Bakpia atau geplak. Semua jenis oleh-oleh tersebut bisa dengan mudah anda temui baik di toko sekitar jalan  Malioboro  kaki-kaki lima yang menggelar dagangannya di trotoar, hingga ke jalan dan gang sempit yang tersebar di sekitar kawasan Malioboro.

Tips dan Trik Belanja yang menyenangkan:

  1. Harga barang di malioboro rata-rata dapat ditawar, kecuali di toko-toko dengan bandrol harga resmi. Tawarlah lebih dari 25-50 % terlebih dulu, itu sah sah saja. Kalau anda ulet anda dapat medapatkan harga potongan kebih dari separo.
  2. Simpan barang barang berharga maupun barang bawaan pada tempat yang aman. Ini untuk menghindarkan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Jika ada kejadian yang tidak diingainkan seperti kecopetan, kehilangan ataupun pengutilan segera laporkan pada pihak berwajib maupun petugas keamanan di sekitar malioboro antara lain: TIC Malioboro, Polisi Pariwisata (Satu kompleks dengan TIC di Kompleks Kepatihan terletak di tengah malioboro), Poltabes Jogja (di sebelah selatan malioboro), Pos Polantas di sebelah utara Malioboro.
  3. Untuk makanan, jika anda berkunjung malam hari. Pastikan bahwa pedagang tersebut memasang daftar harga yang fix pada warung. Ini untuk menghindari pedagang nakal yang menaikan harga sembarangan. Walaupun saat ini pedagang nakal tersebut kecil, karena saat ini rata-rata pedagang marung kaki lima telah memasang daftar harga.
  4. Siapkan uang receh bagi pengamen, jika anda menolak memberi, tolaklah dengan halus.

Ada yang mau nambah?
Seboga bermanfaat.

Artikel: M Nugroho Susanto

One thought on “Tips Belanja dan Berwisata Di Malioboro

  1. adhi jackson

    mengapa kalau tempat dagang di maliboro dibuat seperti dagang zaman dahulu. mengapa tidak dibuat seperti mol agar pendagang merasa enak saat menjual dan pembeli juga merasa lebih nyaman

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


4 + 9 =