Sehari Liburan Jelajahi Gunung Kidul

Geliat wisata di Kabupaten Gunung Kidul saat ini terus menampakan perkembangan. Bukan tidak beralasan memang karena kabupaten paling luas di Yogyakarta ini mempunyai kekayaan alam yang dapat dijual kepada wisatawan. Kabupaten ini mempunyai kekeyaan alam pantai yang luar biasaya. Jajaran pantai pasir putihnya tinggal menunggu sentuhan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kali ini saya berkesempatan untuk jalan jalan ke beberapa destinasi wisata di Gunung Kidul. Bersama rombongan berjumlah enam orang,  kami meluncur dari sebuah hotel di Kota Jogja pukul delapan pagi.  Perjalanan kami menuju Jl Wonosari sebagai akses utama penghubung ke daerah tersebut. Jalan yang kami lewati sudah beraspal mulus dan lebar. Maklum dahulu ketika jaman presiden Bu Megawati pasti ada pengaspalan kalau beliau ada rencana ziarah ke Blitar. Atau kalau sekarang Presiden SBY mau pulang kampung ke Pacitan. Karena jalan tersebut adalah akses paling yahud ke Blitar ataupun Pacitan.

Wah jadi ngelantur…Jalan menanjak setelah kami mulai naik ke Bukit Pathuk. Nah di Pathuk ini terfapat spot bagus untuk menikmati sunset. Berada di atas bukit menjadikan tempat ini leluasa menikmati matahari terbenam. Juga tersedia berbagai resto atau warung yang bisa kita gunakan untuk menanti sunset.   Okeh..lanjut perjalanan kami. Jalanan didominasi oleh jalan yang menikung menyesuaikan dengan kontur bukit.  Pada sebuah daerah kami berhenti sejenak untuk sekedar cuci mata. Hutan Bunder yang kami singgahi ini sebenarnya merupakan rest area yang disediakan untuk sekedar melepas lelah. Sejenak kami turun perjalana kami lanjutkan kembali hingga kami lepas dari kawasan Hutan Wanagama. Kenapa dikatakan Wanagama? Karena Wana atau Hutan ini dikelola oleh Universitas Gajah Mada untuk studi bagi mahasiswanya.

Perjalana kami masih berlanjut hingga kami masuk kota kecil sebelum Wonosari yang disebut dengan Gading. Di tempat ini terdapat lapangan perintis TNI AU Gading. Kami sudah menghabiskan 1,5 jam perjalaan. Didepan kami sudah mulai terlihat papan penunjuk arah Air Terjun Sri Gethuk ke sebelah kanan dan Goa Pindul kesebelah kiri. Kami memilih meluncur ke Sri Getuk telebih dahulu. Dari sini kami harus menempuh jarak sekira 10 km lagi. Masuk ke area Sri Gethuk kami membayar TPR seharga 5rb dan segera menuju parkir pertama. Ternyata di parkir pertama ini merupakan parkir untuk obyek Gua Rancang. Kami pun turun untuk sekedar melihat Gua Rancang. Gua ini sendiri meupakan gua alam yang tidak dalam. Mungkin cocoknya untuk nenepi atau cari wangsit mungkim. Perjalanan dari dank e Gua Rancang kami lalui dengan jalan kaki. Sebenarnya bisa langsung meneruskan jalan ke Sri Gethuk, namun berhubungan alas an lain…ngeles.com maksudnya, kami pun kembali ke mobil dan meneruskan perjalana pakai mobil. Dan ternyata perjalaan ke parkir utama jalan masih belum aspal. Moga saja nanti masyarakat bisa segera mengaspal akses menuju Sri Gethuk. Tiba di Sri Gethuk sudah berjejer kendaraan yang mayoritas dating dari luar kota..wah ramai juga ya..atau karena pas hari libur ya.

air terjun sri gethuk gunung kidul

Asik kalau sekalian naik perahu kayak gini

air terjun sri gethuk

Ini dia air terjunya yang jatuh langsung ke bibir sungai

Setelah kami parkir perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki.  Mulainya landai namun ketika sudah mulai masuk kea rah sungai maka jalanan menurun. Perlu kehati hatian untuk turun melewati jalan setapak. Akhirnya tiba juga di bibir sungai. Dari sini ada dua alternative jalur yang bisa ditempuh. Pertama jalan kaki sekitar 500 meter atau alternative kedua dengan naik perahu apung dengan tiket pulang pergi 10 rb. Karena dasarnya males dan capek akhirnya pilihan saya jatuh ke naik  perahu. Tidak menunggu waktu lama untuk naik shuttle perahu..hehe keren ya. Setiap perahu berisi 10-15 orang. Ternyata asik juga menikmati sepanjang Sungai Oyo yang airnya sedang penuh. Tidak butuh waktu lama untuk menuju air terjunya. Sampai juga…walaa ini dia Air Terjun Sri Gethuk, taidak terlalu besar juga paling hanya 15 meter saja. Namun karena langsung jatuh ke tebing sungai menjadikan tempat ini berbeda. Ditambah dengan kalau kamu seneng mandi bisa mandi di sungai tuh. Tapi ingat harus dan wajib pakai pelampung ya..Puas ambil foto kami kembali naik perahu.

Antri masuk Gua Pindul

Antri masuk Gua Pindul

Selanjutnya dari Sri Gethuk kami menuju ke Goa Pindul. Kami kembali lagi ke jalan utama yakti Jl Wonosari untuk selanjutkan menuju Goa Pindul. Sama seperti Air Terjun Sri Gethuk, Goa Pindul di kelola oleh masyarakat sekitarnya. Akibatnya terjadi pergesekan lahan ekonomi diantara pengelola. Selain dikelola Desa Wisata Bejiharjo, ternyata masih ada provider lain yang ikut mendayagunakan destinasi ini. Oke setelah sampai kami bayar paket per orang 30 rb sudah termasuk ban, perlengkapan tubbing, pemandu. Goa Pindul sendiri menawarkan keindahan alami gua. Nah saat kami tiba ternyata sudah banyak pengunjung lain antri. Dan ternyata menurut mas pemandunya setiap hari dibatasi hingga 3 ribu pengunjung saja. Butuh beberapa saat untuk menunggu  giliran kami masuk…dan akhirnya kesempatan besar itu pun datan jua..sambil bilang lebay.com. Kami ditarik oleh pemandu menyusuri gua ini. Pemandangan di dalam terbayarkan oleh keindahan gua alam tersebut. Pada sebuah area terdapat cahaya surga…kenapa demikian? Karena ditempat tersebut terdapat ruang terbuka dimana cahaya matahari masuk ke dalam gua dan membuat siluet cahaya yang indah..

Hingga akhir perjalana pemandu menerangkan berbagai hal tentang gua ini secara detail. Terlatih juga merek ternyata. Setelah selesai dan berganti pakaian kami pun bergegas untuk menuju destinasi kami terakhir. Pantai Indrayanti kami datang………..

Indrayanti dari atas terlihat memanjang dan indah

Indrayanti dari atas terlihat memanjang dan indah

Suasana santai nyaman buat menikmati pasir putih

Suasana santai nyaman buat menikmati pasir putih

Pantai Indrayanti adalah pantai berpasir putih yang merupakan jajaran dari Pantai Baron, Krakal dan Kukup. Karena ketiaga pantai lainnya sudah pernah saya kunjungi untuk kali ini saya mengunjungi Pantai Indrayanti. Pantai ini bernama asli Pantai Pulang Syawal, namun karena ada sebuah resto terkenal bernama Indrayanti maka pantai ini lebih banyak dikenal dengan nama tersebut. Memang pantai ini sangat indah, hamparan pasir putihnya membuat kita pengen segera nyebur ke pantai. Namun cukup saya karena banyaknya payung tenda yang disewakan. Sebenarya menggangu juga, lebih baik jika dibiarkan pantai apa adanya. Saya pun naik ke bukit sebelah timur untuk mendapatkan pemandangan yang lebih luas. Dan Finally…wuih bagus bener pemandangan dari tempat ini. Hampir sat jem lebih saya nyebur ke air hingga tiba saat untuk pulang. Setelah bersih bersih kami pun bertolak pulang ke Jogja sambil mengenang keasikan perjalanan kami di Gunung Kidul dan berharap dapat mengunjungi lagi nantinya. Moga saja pengelolaan yang baik dapat menjaga agar tujuan wisata tersebut terus berkembang dan makin tertata dan bukan sebaliknya mengekspoitasi berlebihan sehingga keautentikan sebuah destinasi wisata hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 9 = 14