Rimba Reklame Di Jogja

Tidak berlebihan jika penulis mengatakaan demikian. Suatu saat penulis pernah mendengarkan selorohan dari dari seorang pemerhatiĀ  budaya dan pariwisata Yogyakarta. Beliau bertanya apa yang membedakan atmosfer antara Bali dan Jogja? Ternyata yang membedakan adalah kalau dibali atmosfer sudah kerasa ketika memasuki bali baik dari Bandara maupun dari penyeberangan. Kalau masuk bali atmosfer yang laangsung dirasakan adalah arsitektur bali yang khas, tradisi yang masih kental. Kalau Jogja? Ketika masuk dari Bandara maupun melalui jalan raya lewat Jl. Magelang, Jl. Solo, Jl. Wates dan Jl Wonosari, atmosfer yang langsung terasa adalah berjajarnya papan reklame sepanjang jalan yang tidak tertata.

Rimba Reklame Malioboro

Rimba Reklame Malioboro

Yah begitulah… Memang reklame merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar di Jogja. Bukankah bila hal itu dibiarkan berlarut bisa merusak bagi tata ruang kota? Memang masih terlihat sepele. Banyaknya baliho ataupun papan reklame yang berdiri angkuh tanpa ijin itu-di berbagai tepi jalan, perempatan dan atau pertigaan jalan serta tempat srategis lain, menimbulkan pemandangan tak sedap. Dari sudut pandang etika, banyak pula reklame iklan yang jauh dari norma dan sopan santun kejogjaan.

Lihat saja di Malioboro,sepanjang jalan dipenuhi oleh reklame. SumpekĀ  liatnya. wisatawan asing yang tertarik pada arsitektur unik harus bersusah susah untuk melihat dari sisi terbaik dari Apotek Kimia Farma di Depan Hotel Garuda. Padahal apotek ini merupakan Bangunan Cagar Budaya (BCB) yang saat ini tertutupi oleh papan reklame.

Mungkinkah Jogja kedepan bisa berbenah mendandani reklamenya? Misal dengan menyamakan ukuranatau memberikan sentuhan jogja bagi reklame biar lebih menarik?

Bagaimana menurut anda?

Arikel dan Foto: M Nugroho Susanto

4 thoughts on “Rimba Reklame Di Jogja

  1. cenanangan

    hah…

    reklame yang tidak tertata..
    trutama di jalan gejayan, jalan solo , jakal bahkan malioboro..

    sebetul nya ini hanya masalah penataan tempat saja kan..
    nggak perlu diambil pusing..

    wah tapi yo nyebahi j..

    Reply
  2. Pingback: Rimba Reklame Di Jogja | Hotel Bali Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 1 = 5