Pertemuan Sultan & SBY Terkait Sabdatama

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menolak jelaskan hasil pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada, Rabu (13/6) lalu.

Pertemuan kedua pemimpin yang hanya berlangsung 15 menit tersebut terkait dengan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY.

“Eggak bisa dong, jangan, jangan,” katanya di kantor DPRD DIY, Jumat (15/6).

Menurut Sultan apa yang dibicarakan dengan Presiden bukanlah suatu keputusan untuk UU Keistimewaan DIY. Tetapi keputusan tetap ada di pemerintah dan DPR RI. Namun hasil pertemuan itu akan menjadi dasar untuk pembahasan Panja Komisi II dan Pemerintah nantinya. “Keputusan ada di pemerintah dan di DPR. Jangan antara saya dan Presiden,” imbuhnya.

Ia enggan membocorkan hal tersebut kepada publik karena komitmen dengan Presiden. Meski begitu, Sultan tak menampik pembicaraanya dengan SBY berhubungan dengan Sabdatama yang disampaikan pada 10 Mei 2010 lalu.

Sabdatama adalah pesan yang disampaikan Gubernur atas desakan kepada pemerintah pusat yakni Presiden agar segera merampungkan RUUK DIY. Selain itu, dalam Sabdatama itu Sultan menginginkan penetapan Gubernur adalah Sri Sultan Hamengku Buwono dan Wakil Gubernur adalah Sri Paduka Paku Alam.

“Tapi saya tidak menyampaikan, nanti dikira mendahukui DPR. Itu wewenang DPR,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 2 = 8