Pernikahan Putri Sri Sultan HB X

RAUT wajah sumringah memancar dari kedua calon pengantin Gusti Raden Ajeng Nurkamnari Dewi atau Gusti Dewi dan Yun Prasetyo SE MBA — selanjutnya akan bergelar KRT Purbodiningrat setelah resmi menikah pada 9 Mei 2008. Duduk di kursi di antara deretan keramik yang terpajang di Keraton Kilen Keraton Yogyakarta, di antara jepretan kamera, dalam acara konferensi pers Senin (28/4), kedua calon pengantin itu terlihat riang gembira. Sesekali, keduanya tertawa dan saling duduk berdekatan, tentu saja diselingi senyum malu-malu pula.

     Usai acara dibuka dan sedikit pengantar dari GRAy Nurmagupita, begitu diberi kesempatan tanya jawab para wartawan langsung melontarkan pertanyaan. “Kisah kasihnya saja,” celetuk seorang wartawan.
Yun Prastyo pun membuka kisah cintanya yang dimulai sejak 1994. Waktu itu, Yun dikenalkan oleh sahabatnya, adik kelasnya di SMPN 5 dan SMAN 3. Perkenalan berlangsung di Jogja. “Permulaannya biasa saja, kemudian sekitar 2003 bertemu di Jogja dan say hai, ngobro-ngobrol, telepon dan segalanya. Kita mulai berhubungan sebagai teman. Jeng Dewi pada 2005 melanjutnya studi di Melbourne, saya waktu itu masuk di Southeastern University Washington DC,” paparnya.
Selama keduanya sama-sama berada di luar negeri, Gusti Dewi berada di Benua Australia sedangkan Yun Prasetyo berada di Benua Ameraka, hubungan jarak jauh itu terus berlangsung melalui telepon. “Sekitar 2006, kita lebih intensif dalam berhubungan,” katanya.
Puluhan wartawan spontan tertawa. Seorang wartawan dari kursi bagian belakang langsung menyambutnya dengan pertanyaan iseng, “Maknanya intensif apa?” “Ya, begitu saja, berjalan dengan waktu,” tutur Yun Prasetyo sejurus kemudian.
Tahun 2006, hubungan cinta keduanya makin serius sampai akhirnya memasuki lamaran pada Februari 2008. “Begitu lamaran diterima saya memperoleh anugerah Paringan Dalem Asma KRT Purbodiningrat, yang boleh saya gunakan setelah saya menikah,” ungkapnya.      Giliran pertanyaan diarahkan ke Gusti Ita terutama soal kesan-kesan pertamanya, putri ketiga Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyatakan, “Mas Jun orangnya baik. Temannya banyak. Jujur dan apa adanya. Orangnya lucu dan suka bercanda,” ungkapnya sambil sesekali melirik ke arah calon pengantin pria.
Sebaliknya, Yun Prasetyo mengungkapkan Jeng Dewi orangnya baik hati. Meski semua orang tahu dia adalah putri Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas namun demikian tidak pernah sombong — mengatasnamakan nama besar ayahandanya.
Sebagai orang yang tidak tinggal di lingkungan keraton dengan adat istiadat Jawa yang begitu ketat, ditanya apakah suka dukanya akan memperistri putri raja, Yun Prasetyo mengaku karena dirinya asli Jogja maka dia berharap mampu menyesuaikannya. “Suka dukanya banyak. Saya suka diusili Jeng Dewi,” kata dia.
Prinsipnya, setelah jadi putra mantu Ngarso Dalem dirinya akan berusaha menjaga tradisi dan kebudayaan yang ada di lingkungan Keraton Yogyakarta. “Saya sebagai putra mantu harus menjadi abdi dalem juga, dengan kewajiban yang lebih besar,” katanya.
Lagi-lagi, seorang wartawan senior menanyakan sejak kapan kedua calon pengantin pertama kali bersentuhan, maksudnya bergandengan tangan, dan siapa yang aktif? Yun Prsetyo pun dengan sedikit malu-malu menjelaskan, tentu saja dirinya sebagai laki-laki adalah berada di pihak yang aktif.
“Awal bersentuhan berjalan begitu saja, sekitar 1,5 tahun lalu pada 2007, tentu saja setelah saya dan keluarga diperkenalkan Jeng Dewi (kepada Ngarso Dalem),” ungkapnya.
Perhelatan pernikahan putri Keraton Yogyakarta dipastikan nantinya cukup meriah. Rakyat biasa tentu membayangkan berapa besar biayanya. Pertanyaan itu pun terlontar juga. GKR Pembayun sebagai putri tertua enggan menjawab. “Yang jelas gedungnya gratis,” ujarnya disambut tawa. (c5/hul)

Source: www.bernas.co.id

2 thoughts on “Pernikahan Putri Sri Sultan HB X

  1. ruri

    selamat untuk mas yuyun dan gusti dewi..semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahman…amin..

    Reply
  2. ika

    selamat smoga gusti dewi bisa menjadi seorang istri dan ibu yang baik sebaliknya mas yuyun bisa menjadi seorang suami dan bapak yang bijak.. visit my blog tuk berbagi pengalaman seputar keluarga yaahh.tks

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


9 + = 16