Penertiban Reklame di Malioboro

Kasi Pendataan dan Pendaftaran DPDPK Kota Yogyakarta, Tugiyarta menjelaskan kategori kedua, bagi pemilik papan reklame tidak berizin, namun penempatannya sudah sesuai Perwal untuk segera mengurus izin pemasangan reklame. “Surat kategori ketiga bagi pengusaha yang telah mengurus izin namun ukuran dan penempatan tidak sesuai Perwal untuk menyesuaikan aturan setelah izin jatuh tempo,” urainya.

Setelah ada pemberitahuan melalui surat yang dilayangkan Pemkot, masing masing toko diberi waktu 14 hari untuk melaksanakan arahan sesuai yang disebutkan dalam surat yang diedarkan. “Jika rekomendasi ini tidak dilakukan, maka kami bisa saja menurunkan paksa reklame yang sudah terpasang,” katanya.

Target penyelesaian penertiban reklame hingga simpang Dagen tersebut, menurutnya untuk mendukung rencana revitalisasi tahap pertama. Diharapkan sepanjang kawasan tersebut bisa dijadikan contoh dan uji coba untuk menampilkan fasad kawasan budaya Malioboro. Sebab menurut dia selain reklame Pemkot juga akan memasang pergola, termasuk pengaspalan ulang jalur lambat. “Kalau bawah bersih tapi bagian atas masih semrawut kan percuma,” imbuhnya.

Selanjutnya, Pemkot juga akan melakukan tindakan yang sama di sepanjang kawasan Malioboro untuk menertibkan pemasangan reklame. Eksekusi dilakukan sebab Perwal sudah diundangkan sejak 2011. Perwal 85 tahun 2011 sendiri dibentuk untuk mengembalikan wajah kawasan cagar budaya Malioboro. Jika tidak diatur maka fasad bangunan Malioboro ibarat mengenakan topeng reklame.
“Data jumlah toko juga sudah ada dari UPT Malioboro, hanya saja pendataan by case masih dilakukan,” jelasnya.

Di sepanjang Jalan Maliboro maupun Jalan Ahmad Yani menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPY) Malioboro, Syarif Teguh terdapat 190 toko baik sisi kanan maupun kiri jalan. Dari jumlah tersebut, katanya sekitar 30 toko tidak beroperasi.
Selain itu di kawasan tersebut juga berdiri satu mal, satu pasar, lima gedung pemerintahan dan tiga hotel. Menurut dia surat pemberitahuan untuk penertiban reklame di kawasan tersebut akan dilayangkan hari ini, Kamis (21/6/2012).

Menurut dia, diharapkan dengan kesadaran tiap pemilik toko untuk mematuhi aturan yang sudah ditentukan Pemkot. Jika tidak maka langkah penertiban akan dilakukan secara paksa. “Kalau tiap pemilik toko punya kesadaran maka Pemkot tidak perlu menurunkan secara paksa,” jelasnya.

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2012/06/21/kawasan-malioboro-akan-dipasang-pergola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 6 = 9