Pedestrian di Jl Malioboro akan segera terwujud

Pemerintah kota Jogja saat ini sedang memulai menjadikan Malioboro sebagai sentra wisata yang nyaman bagi wisatawan. Penataan akan segera dimulai dengan pengaturan reklame yang memang membuat Jl Malioboro telihat semrawut. Papan reklame tersebut nantinya akan menempet pada bangunan dan tidak melintang seperti yang sudah ada saat ini. Penataan reklame tersebut termasuk pengaturan ulang tiang yang tidak sesuai dengan perda yang berlaku. Target yang dikejar pemkot sebelum libur lebaran sudah dapat terealisasi. Nah selanjutnya pemkot akan membuat gondola yang berfungi untuk tanaman rambat. Contohnya yang sudah ada saat ini berada di depan Malioboro Mall. Selanjutnya pedestrian yang saat in sudah ada di barat dan timur Jl Malioboro akan direvitalisai. Sehingga nantinya jalur ini nyaman digunakan untuk pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor.

Selain Jl Malioboro, titik 0 km yang terletak diperempatan utara Alun Alun Lor Kraton juga akan diatur. Kawasan 0 km ini nantinya akan bebas pedangan kaki lima. Sehingg nantinya kawasan ini akan menjadi publik area yang dapt menampung wisatwan untuk menikmati suasana di lingkungan 0 km. Titik 0 km terdiri dari Benteng Vrederburg, Istana Presiden, Komleks BNI, Kompleks BI.

Bukan tanpa halangan nitan baik dari pemkot ini. Karena muara dari semua itu adalah masalah perut. Pihak pertama yang menyatakan keberaatan tentu saja dari pedagang. Mereka takut berkurang pendapatanya. Nah asal tau sebenarnya sebagian besar pedagang yang beroperasi di area Malioboro dan 0 km bukanya penduduk Jogja asi. Namun semoga saja niatan baik tersebut dapat terlaksana. Karena bagi saya yang merupakan orang Jogja, Malioboro sekarang sudah overload. Bebang yang ditanggungnya sudah sangat besar. Konsentrasi perputaran masa dan ekonomi sudah sedemikan ruwetnya. Imbasnya jika hal tersebut dibiarkan, sepat atau lambat Malioboro akan tercitra sebagai destinasi yang tidak nyaman dan pada akhirnya Maliobro tidak lagi menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jogja.

Pedestrian di Jl Malioboro akan segera terwujud

Pemerintah kota Jogja saat ini sedang memulai menjadikan Malioboro sebagai sentra wisata yang nyaman bagi wisatawan. Penataan akan segera dimulai dengan pengaturan reklame yang memang membuat Jl Malioboro telihat semrawut. Papan reklame

tersebut nantinya akan menempet pada bangunan dan tidak melintang seperti yang sudah ada saat ini.

Penataan reklame tersebut termasuk pengaturan ulang tiang yang tidak sesuai dengan perda yang berlaku. Target yang dikejar

pemkot sebelum libur lebaran sudah dapat terealisasi. Nah selanjutnya pemkot akan membuat gondola yang berfungi untuk

tanaman rambat. Contohnya yang sudah ada saat ini berada di depan Malioboro Mall. Selanjutnya pedestrian yang saat in

sudah ada di barat dan timur Jl Malioboro akan direvitalisai. Sehingga nantinya jalur ini nyaman digunakan untuk pejalan

kaki dan kendaraan tidak bermotor.

Selain Jl Malioboro, titik 0 km yang terletak diperempatan utara Alun Alun Lor Kraton juga akan diatur. Kawasan 0 km ini

nantinya akan bebas pedangan kaki lima. Sehingg nantinya kawasan ini akan menjadi publik area yang dapt menampung wisatwan

untuk menikmati suasana di lingkungan 0 km. Titik 0 km terdiri dari Benteng Vrederburg, Istana Presiden, KOmleks BNI,

Kompleks BI.

Bukan tanpa halangan nitan baik dari pemkot ini. Karena muara dari semua itu adalah masalah perut. Pihak pertama yang

menyatakan keberaatan tentu saja dari pedagang. Mereka takut berkurang pendapatanya. Nah asal tau sebenarnya sebagian

besar pedagang yang beroperasi di area Malioboro dan 0 km bukanya penduduk Jogja asi. Namun semoga saja niatan baik

tersebut dapat terlaksana. Karena bagi saya yang merupakan orang Jogja, Malioboro sekarang sudah overload. Bebang yang

ditanggungnya sudah sangat besar. Konsentrasi perputaran masa dan ekonomi sudah sedemikan ruwetnya. Imbasnya jika hal

tersebut dibiarkan, sepat atau lambat Malioboro akan tercitra sebagai destinasi yang tidak nyaman dan pada akhirnya

Maliobro tidak lagi menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jogja.

Cafe dan Hiburan Malam di Jogja
Jogjasebagai tempat pariwisata tentu saja tidak akan lepas dari tempat leisure dan bersantai. Salah satunya adalah hiburan

malam atau tempat nongkrong. Saat ini tempat nongkrong malam di Jogja semakin tumbuh berkembang. Wisatawan baik manca

maupun nusa pasti ingin juga merasakan atmosfer malam di Jogja.

Nah saat ini perkembangan wisata malam lebih banyak bergeser kearah Jogja bagian utara atau tepatnya di Kabupaten Sleman.

Lihar saja diarea Seturan, puluhan cafe dan tempat nongkrong berkembang dengan pesat. Dari yang tutup malam hingga buka 24

jam dapat ditemui. Konsentrasi masa yang datang memang sebagian besar adalah mahasiswa, karena area ini memang banyak

perguruan tinggi.

Dikawasan JL Magelang tumbuh kembang cafe yang menyediakan hiburan malam dengan menyediakan minuman alcoholic sebagai

salah satu menunya. Tentu saja live musik menjadi salah satu pemikat.

Sedangkan di Kota Jogja perkembangan hiburan malam terjadi di kantong kantong dimana turis menginap. Sebut saja area

Sosrowijayan, Dagen, Prawirotaman, Tirtodipuran, Jl Parangtritis yang saat ini dikenal sebagai area turis asing menginap.

Bagi anda yang merencanakan liburan ke Jogja, tidak ada salahnya jika Anda meenyempatkan diri untuk meningkati suasana

malam di Jogja dengan menyunjungi temapt tempat tadi di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


3 + = 4