PASAR KLITHIKAN SEBAGAI POTENSI WISATA: WALIKOTA BERHARAP PASAR KLITHIKAN MEMBAWA BERKAH

Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto mengharapkan kepindahan para pedagang klithikan lokasi lama ke Pasar Klithikan Pakuncen dapat akanm membawa berkah dan rejeki buat pada pedagang disamping adanya kepastian status hukum para pedagang itu sendiri, demikian disampaikan Herry Zudianto pada malam Tasyakuran menjelang Buka Lawang Pasar Klithikan Pakuncen.

Dalam rangkaian acara pengoperasian pasar Klithikan Pakuncen  ini Tasyakuran dan Doa bersama para pedagang yang dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kota Arief  Noor Hartanto, SIP Kadinas Pengelolaan Pasar Ahmad Fadli,Kadinas Perindagkop Aman Yuriadijaya dan jajaran Muspida Kota Yogyakarta.Dalam kesempatan ini, Walikota Yogyakarta juga melakukan pemotongan tumpeng dan diserahkan kepada perwakilan pedagang dari tiga lokasi sebelumnya.

Pasar KlitikanDalam sambutannya, Walikota Yogyakarta H Herry Zudianto mengatakan, tekad Pemkot untuk memindah pedagang klithikan di Jalan Mangkubumi, Jalan Asem Gede, dan Alun-alun Kidul ke Pasar Klithikan kuncen ini untuk meningkatkan status hukum pedagang dari pedagang informal menjadi pedagang formal.Ditambahkan dengan bersatunya pedagang, diharapkan pembeli dari berbagai tempat juga akan menyatu, sehingga pembeli bisa mendapatkan semua yang mereka butuhkan tidak harus datang ke tiga tempat sebelumnya. Walikota menambahkan, keberadaan pasar Pakuncen ini juga diharapkan lebih meningkatkan perkembangan kawasan pakuncen itu sendiri. Pemilihan lokasi di bekas Pasar Pakuncen ini karena dilihat potensi perkembangan wilayah di Pakuncen sangat pesat dalam 5 tahun terakhir ini.

Selanjutnya, Pemkot berjanji untuk mempromosikan keberadaan Pasar Klithikan Pakuncen sehingga akan meningkatkan jumlah pengunjung bahkan akan dijadikan ikon pariwisata andalan di Kota Yogyakarta. Walikota merasa kasihan, sebetulnya ada pedagang yang sebetulnya lurus, ingin dan percaya kepada pemimpin, menghormati pimpinan karena semua pemimpin akan menuju kebaikan tapi karena dipengaruhi sana-sini dengan janji yang muluk. Namun Walikota percaya bahwa Allah mendengar doa-doa yang dipanjatkan bapak-ibu sekalian.

Walikota juga merasa ada ganjalan dalam relokasi ini kenapa tidak semua pedagang Mangkubumi ini bisa pindah, dan merasa prihatin ketidakmauan mereka untuk berpindah ke Pakuncen ini dipengaruhi oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab karena banyaknya kepentingan, yang tidak diraskan para pedagang yang hanya dijadikan tunggangan.Walikota berharap kepada para pedagang yang sudah pindah untuk tetap mencintai rekan-rekan mereka yang belum bersedia pindah ke Pasar Pakuncen. Walikota juga tidak berkenan dengan istilah kelompok kontra bagi para pedagang yang tidak mau berpindah, namun Walikota menamai kelompok tersebut dengan istilah yang lebih halus yakni kelompok yang mungkin belum memahami. Walikota meminta kepada para pedagang yang telah bersedia pindah ke Pasar Klitikan Pakuncen untuk menganggap para pedagang yang belum bersedia pindah tidak   dianggap sebagai musuh dan berharap untuk memberikan doa, cinta dan empati kepada mereka yang belum mau berpindah.Walikota mengatakan, dirinya tidak pernah menanggapi segala pemberitaan di media massa terhadap mereka yang belum mamahami, karena Walikota menganggap mereka yang belum memahami adalah bukanlah musuh. Hanya membalas dalam doa, agar Allah memberikan frekwensi yang sama sehingga bisa mewujudkan mimpi bersama.

Walikota menegaskan, bahwa pemimpin dengan segala kekuatan, tenaga, pikiran, waktu dan hati mimikirkan kesejahteraan rakyatnya, sementara rakyat yang baik, adalah rakyat yang  empercayai dan menghormati pemimpinnya.Walikota mengajak untuk ajur, ajer, saiyeg saekoproyo, dengan menggucap Bismillahnirahman’nirohhim, kita bermunajad kepada Allah untuk merubah nasib lebih baik dari sebelumnya. Untuk mempromosikan keberadaan Pasar Kuncen Pemkot Yogyakarta telah memiliki beberapa program antara lain, pemasangan papan-papan petunjuk di berbagai tempat terutama di perempatan-perempatan. Dan akan mencari nama baru yang bisa mudah diingat dan menjadi satu ikon.

Walikota mengajak pedagang untuk segera membentuk koperasi paguyuban pedagang pasar, karena menurutnya dengan adanya koperasi yang menjadi soko guru perekonomian,  Pemerintah berkewajiban untuk memback up dan memberikan bantuan, Walikota berjanji akan terus mengawal para pedagang sampai para pedangan merasa mapan lebih baik dari sebelumnya. Walikota mengajak para pedagang untuk menjaga pasar agar pasar ini bisa dipercaya masyarakat. Diharapka semua yang terjadi yang terjadi di Pasar Kuncen merupakan sebuah akad saling percaya, yang membuat semua pihak merasa senang sehingga mendatangkan  barokah.

source: jogja.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 1 = 4