Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo merupakan museum sejarah dan kebudayaan Jawa dan termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Selain keramik pada zaman Neolitik dan patung perunggu dari abad ke-8, museum ini juga menyimpan beberapa macam bentuk wayang kulit, berbagai senjata kuno (termasuk sekitar 1200-an koleksi keris (sebagian besar merupakan sumbangan Java Institut)), dan topeng Jawa.

Museum yang terletak di bagian utara Alun-alun Utara dari kraton Yogyakarta itu pada malam hari juga menampilkan pertunjukkan wayang kulit dalam bentuk penampilan aslinya (dengan menggunakan bahasa Jawa diiringi dengan musik gamelan Jawa). Pertunjukan wayang kulit ini disajikan secara ringkas dari jam 8:00-10:00 malam pada hari kerja untuk para turis asing maupun turis domestik.

Museum Sonobudoyo dapat dijangkau dengan mudah dari Kraton Yogyakarta, berada di seberang Alun Alun Utara Yogyakarta. Untuk melihat beragam koleksi keris, prosedurnya cukup sulit karena mesti meminta ijin pada pimpinan museum. Hal itu disebabkan karena banyak koleksi keris masih disimpan di ruang koleksi, belum ditampilkan untuk umum.

Benda pertama yang dijumpai di museum ini yang berkaitan dengan keris adalah wesi budha, merupakan bahan baku pembuatan keris yang digunakan sekitar tahun 700-an Masehi, atau di jaman kejayaan Kerajaan Mataram Hindu. Beberapa keris yang dipasang merupakan keris lurus, keris luk (secara sederhana merupakan tonjolan yang ada di sisi kanan dan kiri keris) 7, keris luk 11 dan keris luk 13. Umumnya, keris yang disimpan pada ruangan pameran yang bisa dilihat umum ini merupakan keris dari Jawa.

Koleksi keris yang lebih lengkap bisa dijumpai di ruang koleksi, berada di belakang ruang perpustakaan museum. Ruang koleksi tersebut menyimpan beragam keris dari berbagai penjuru nusantara, koleksi aksesoris seperti pendok dari Yogyakarta dan Solo dan tangkai keris. Koleksi lebih banyak berasal dari luar Yogyakarta, sebab konon ada larangan untuk mengoleksi keris Yogyakarta melebihi koleksi Kraton.

Keris-keris Jawa yang disimpan berupa keris luk 7, 11, 13 dan keris lurus dengan pamor yang beranekja ragam, seperti beras wutah (pamor yang tak disengaja muncul karena penempaan, berupa pusar yang menyambung), sekar pakis (berbentuk bunga pakis) dan sebagainya. Keris-keris dari luar Jawa yang disimpan antara lain rencong khas Aceh, mandau dari Kalimantan, keris-keris Madura dan Bali, serta keris dari Sulawesi.

Di ruangan koleksi tersebut, anda juga bisa melihat beragam tangkai keris tua yang didesain menarik. Terdapat tangkai keris yang berbentuk kepala manusia, manusia utuh, ular naga, singa dan sebagainya. Terdapat pula sejumlah pendok yang jumlahnya ratusan, terbagi dalam dua gaya yaitu Yogyakarta dan Solo. Tak seperti tangkai keris yang memiliki beragam desain, pendok keris memiliki bentuk yang relatif seragam. Jumlah koleksi yang mencapai ribuan tentu akan menebus sulitnya menjangkau ruangan koleksi ini.

Fasilitas :

1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
Harga tiket masuk  Rp 3.000,-

2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 8 buah

3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
Waktu layanan, hari buka setiap hari Senin sampai dengan Kamis mulai dari pukul 08.30 – 15.00 WIB, Jum’at Pukul 08.30 – 11.30 WIB (Sabtu, Minggu dan hari besar libur).

4. Pusat cinderamata
• Kondisi sedang
• Jenis cinderamata yang dijual adalah:
- Patung (miniatur pintu gerbang Benteng Vredeburg).
- Tas pinggang
- Dompet
- Kipas
- Kaos dan topi.
Selain menjual cinderamata tempat ini juga sekaligus sebagai kantin yang menjual minuman dan makanan ringan.

5. Ketersediaan listrik, air  dan line telepon.
Untuk listrik tersedia 20.000 Watt, untuk air hanya dari sumur, dan untuk line telepon ada tiga belas extention.

6. Ruang pamer koleksi:
• Ruang pameran tetap Diorama I
• Ruang pameran tetap Diorama II
• Ruang pameran tetap Diorama III
• Ruang pameran tetap (realita) dan pengenalan
• Ruang pameran temporer dan tetap diorama III
• Ruang tenag fungsional P&P, P&K, dan ruang Audio Visual
• Ruang Auditorium dan pameran tetap diorama III

7. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 50 buah, motor ± 500 buah, bus ± 15 buah)

8. Keamanan (kondusif)

Alamat : alun-alun utara

sumber: visitingjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


5 + = 14