Menyusuri Keragaman Wisata Kaliurang Sleman

Mendengar kata Kaliurang past pikiran kita tertuju pada sebuah kawasan di lereng Gunung Merapi yang berhawa sejuk. Memang Kaliurang adalah daerah berhawa sejuk yang mirip dengan Puncak Bogor atau Batu Malang. Kaliurang sendiri sudah menjadi obyek wisata ketika jaman Belanda.  Sehingga tidak mengherankan sampai saat ini Kaliurang tetap menjadi salah satu tujuan wisata di Jogja. Lalu ada apa di Kaliurang sehingga dapat menarik kunjungan wisata? Kali ini kita akan berjalan jalan menyusuri kawasan Kaliurang dan berbagi kepada Anda tentang wisata di Kaliurang.

 Saya bersiap lepas dari Kota Jogja menggunakan sepeda motor. Selain itu moda transportasi yang bisa anda gunakan adalah kendaraan pribadi. Untuk kendaraa umum seperti bus juga tersedia. Namun kali ini saya menghitung penggalan jalan dari Jogja dengan naik motor.

Sekira jam 8 pagi setelah sarapan pagi saya meluncur menyusuri Jalan Kaliurang. Dari Jl Ring Road utara arus lalu lintas pada minggu tersebut cukup padat. Memang saat hari libur banyak wisatawan yang ingin mengunjungi tempat yang sejuk ya..Beberapa tempat menarik yang dapat dicermati antara lain di km 13 terdapat perkebunan buah merah. Kalau anda berminat bisa juga mampir untuk beli bekal ketika anda di Kaliurang. Tempat lainnya adalah UII atau Universitas Islam Indonesia yang berada di kawasan Pakem. Naik ke atas lagi kita akan menjumpai Mirota Batik dan Warung Raminten yang bersebelahan. Tempat ini juga merupakan icon pariwisata yang bisa anda kunjungi. Perjalanan saya selanjutnya masuk ke Pakem. Daerah ini adalah kota kecamatan yang sedang berkembang. Nah yang menarik di sini adalah dipinggir jalan di depan RS Pakem (rumah sakit jiwa..) berjajar pisang emas khas kaliurang. Rasanya manis dan ukuranya mini.

Oke lepas dari pakem perjalanan saya diteruskan lagi. Tempat menarik selanjutnya adalah Merapi Farma. Di tempat ini anda dapat istirahat sejenak untuk menikmati racikan jamu tradisional dengan penyajian ala café yang nyaman. Harganya murah meriah dan pastinya badan kita akan seger setelah minum jamu.

 wisata-kaliurang

tugu-kaliurang

tugu-elang-jawa-kaliurang

Sekitar 3 km saya habiskan dari Merapi Farma menuju TPR kaliurang. Untuk saya yang memakai motor cukup membayar 3 ribu saja. Kalu mobil 5 ribu dan tiap kepala dihitung 2 ribu saja. Lanjut….Jalanna sudah mulai menanjak dari sini. Namun hawa sejuk membuat perjalanan saya terasa ringan. Di kiri kanan jalan sudah mulai banyak ditemui pondokan wisata. Untuk harganya sangat bervariasi, mulai dari yang cuma 75 ribu hingga ratusan ribu. Untuk hotel paling bagus di kawasan ini adalah Persada Hotel Kaliurang dengan klas bintang 3. Masuk kawasan utama Kaliurang saya disambut tugu di tengah perempatan jalan. Sebuah bangunan dengan beberapa patung udang.  Nah itu pula kenapa daerah ini dinamakan Kaliurang. Berasal dari kata Kali atau Sungai dan Urang atau Udang. Dahulu mungkin di sini banyak dijumpai kali yang banyak udangnya ya..Oh iya di sebelah barat Tugu Kaliurang pas ada makanan khas dari Kaliurang yakni Jadah Tempe Mbah Carik. Menu ini mulai dikenal ketika Sultan HB IX sering berlibur ke Kaliurang dan membeli makanan terbuat dari temped an tahu bacem dengan jadah ini. Dari “Sinuwun Ke IX” lah nama Mbah Carik diberikan dan menjadi terkenal hingga sekarang.

Oke kita sudah sampai di Kaliurang. Saya pun menuju kearah timur kawasan ini. Tujuan pertama kita adalah Hutan Pranajiwa. Di tempat ini merupakan daerah wisata yang mengandalkan hutan sebagi tempat beristirahat bagi keluarga. Dengan tiket masuk 3 rb saja kita bisa menikmati sejuknya udara dari hutan alami. Terdapat juga air terjun dengan air bersumber dari lereng Merapi. Selain hutan di kawasan ini juga terdapat panggung terbuka untuk acara eventual maupun pusat berbagai kuliner tradisional Kaliurang. Selain jadah tempe anda bisa mencoba sate kelinci..Rendah kolestrol kata penjualnya. Tapi rasanya di jamin nikmat.

Puas menikmati hutan Pranajiwo saya meneruskan mengunjungi obyek lain. Diperjanana saya melihat banyak pramuka yang berkemah. Ya benar, di Kaliurang terdapat Lapangan Pramuka yang berfungsi sebagai tempat anak anak pramuka berkemah. Tentu saja selain itu tempat ini juga digunakan untuk aktifitas lain seprti gathering, outbound ataupun pertunjukan budaya lainnya. Nah selanjutnya saya menuju Goa Jepang. Goa ini adalah goa buatan ketika masa pendudukan Jepang. Namun saya kurang tertarik dengan tempat ini. Saya pun berlalu  untuk menuju Gardu Pandang. Di tempat ini  tersedia area yang dibangun untuk menikmati Gunung Merapi secara langsung. Dari sini keagungan Merapi terlihat nyata. Oh iya tempat ini juga banyak dikunjungi oleh pada remaja yang lagi pacaran..hehehe. Sehingga buruknya kadang vandalism terjadi. Banyak ditemui coreta ga penting seperti : “nana and ari wa here” atau pun “Tino cinta Rani” pokoknya ga pengting banget..

Huh dari pada bersungut sungut saya pun melanjutkan perjalanan saya menuju Museum Ullen Sentalu. Museum ini dikatakan sebagi museum swasta terbaik di Indonesia. Dengan merogoh kocek 30 ribu saya ditemani seorang guide memulai perjalanan saya. Oh iya ternyata tidak boleh motret di sini.  Dilarang…hehe. Ditempat ini adalah museum yang  melakukakan pelestarian terhadap nilai nilai budaya jawa yang terpusat pada empat kerajaan pecahan Mataram Islam yakni Kraton Surakarta, Kraton Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman. Tempatnya sangat eksotik. Tak sia sia saya merogoh kantong dalam-dalam. Sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Oh iya di museum ini juga terdapat restoran unik dengan menu unik yang bernama Bekenhof.

Sekira 1 jam menikmati Museum Ullen Sentalu saya melanjutkan perjalanan saya. Sambil menaiki motor santai melihat kanan kiri yang dipenuhi dengan penginapan mupun villa. Akhirnya saya pun berhenti di depan Taman Bermain Kaliurang. Tempat ini cocok untuk wisata keluarga. Selain bersantai anak anak juga dapat bermain di beberapa wahana bermain gratis. Di tempat ini saja istirahat sejenak sambil menikmati kopi dan jagung bakar di pinggir jalan secara lesehan. Ajip…Oh iya sekedar info juga, pasca letusan Merapi 2010 lalu tidak terjadi kerusakan di kawasan ini. Karena memang Kaliurang terlindung secara alami dari guguran lava. Guguran lava akan terhalang oleh Bukit Turgo dan Bukit Plawangan.

Puas istirahat saya melanjutkan perjalan saya. Kalau sebelumny saya naik ke Kaliurang melalui jalur utama, kali ini saya lewat jalur barat yang juga menjadi jalan menuju Kaliurang. Menuruni kaliurang seakan motor saya semakin cepat saja. Dengan mesin dimatikan saja motor saya bisa melaju dengan cepat. Rencana saya adalah mengunjungi Museum Gunung Merapi atau MGM. Museum ini menyimpak koleksi mengenai perjalanan letusan Gunung Merapi dari berbagai masa. Langsung menuju TKP dan setelah parkir motor saya bergegas mebeli tiket 3000 perak saja.  Bangunan museum ini megah sekli, namun sayang  kurang terawat. Sayang sekali mengingat koleksinya yang sangat kaya. Oke liat fotonya di bawah ini ya..

Sore hari akhirnya capek juga berkeliling Kaliurang. Dengan bergitu berakhir sudah perjalanan saya selama satu hari di kawasan Kaliurang. Nah buat anda yang sedang berliburan di Jogja, mengunjungi Kaliuran dapat anda lakukan bersama keluarga. Tips kecil buat anda bawalah payung saat musim hujan ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 9 = 13