Malioboro Jadi Kawasan Pedestrian: Bagaimana Menurut Anda?

Pada 2009, kawasan Malioboro di Kota Yogyakarta direncanakan bakal menjadi kawasan pedestrian atau khusus bagi pejalan kaki. Pemerintah Kota Yogyakarta ingin mengembalikan ikon budaya yang selama ini melekat pada kawasan tersebut.

Dijelaskan, untuk mewujudkan kawasan pedestrian di Maliboro, hususnya, telah ada kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Yogyakrta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kraton Ngayogyakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tentang pengembangan kota Yogyakarta dan penataan ruang.

Parkir Kendaraan Yang Penuh Sesak

Parkir Kendaraan Yang Penuh Sesak

Sebagaimana kita ketahui, Lalu lintas (lalin) Jogja semakin ruwet. Jumlah kendaraan, terutama roda dua, membuat jalan di kota ini tidak lagi nyaman bagi pengendara. Beberapa titik seperti Malioboro bahkan tidak nyaman bagi pengendara, pejalan kaki, sekaligus pedagang. Bila lalu lintas Jogja tidak dibenahi, Jogja sebagai kota wisata akan menurun daya tariknya.Kedepan kawasan parkir di malioboro akan dialihkan tempatnya, yakni akan dibangun di bawah Stasiun Tugu Yogyakarta.

Suasana Penarik Becak

Suasana Penarik Becak

Lalu Lintas Yang Ruwet

Lalu Lintas Yang Ruwet

PKL Yang Memakai Trotoar Pejalan Kaki

PKL Yang Memakai Trotoar Pejalan Kaki

Bisa dibawangkan kedepan bila malioboro menjadi kawasan pedestrian, para pejalan kaki akan dimanjakan dengan tersedianya kawasan bebas kendaraan bermotor. Lewat kawasan pedestrian ini masyarakat Yogyakarta terpacu untuk berkreasi, tidak sekadar bernostalgia tentang masa lalu, tetapi mengembangkan potensi kawasan pejalan kaki sebagai upaya mengundang wisatawan untuk menikmati karya seni dan budaya masyarakat Yogyakarta. Sekali lagi perlu upaya keras, kreatif, serta bijaksana dalam mengembangkan kawasan Malioboro yang sarat dengan sejarah kota Yogyakarta.

Bagaimana menurut pendapat anda? Berikan sumbangsih untuk kemajuan jogja.

8 thoughts on “Malioboro Jadi Kawasan Pedestrian: Bagaimana Menurut Anda?

  1. buddyantoro

    setuju dong….tentunya areal untuk pedagang kaki lima akan menjadi cukup tersedia ,dan areal pejalan kaki akaenjadi semakin lapang….dengan areal yang cukup di harapkan khasnya malioboro akan menjadi sempurna dengan penataan yang semakin baik…..pejalan kaki menjadi nyaman apalagi kalau bisa dengan ditambah lokasi nongkrong ,bangku taman misalnya,…salut buat jogja..semoga tetap menjadi kota ternersih dan bersahabat……

    Reply
  2. Hastuti

    Wah…. Sangat cocok idenya.
    Pemerintah Kota memang harus berani mengambil keputusan. Masyarakat sudah merindukannya. Asalkan infrastruktur alternatif dan pendukungnya juga disiapkan dan diperhitungkan. Sekaligus mendidik masyarakat menghargai budaya berjalan kaki. Kalaupun ada masyarakat yang kepingin sedikit berkeringat, mungkin disediakan persewaan sepeda onthel dan atau becak…….

    Reply
  3. ari

    sebenarnya permasalahan utama malioboro adalah tarik-menarik kepentingan dari sisi ekonomi dan budaya…selama bisa dikompromikan maka apapun rencana yang akan dikembangkan pasti dapat diaplikasikan. Tidak terhitung jumlah studi mengenai malioboro yang telah dilakukan tetapi tetap saja terkendala dlm aplikasinya. Selain itu juga penataan Malioboro jg tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya kawasan itu saja…karena juga hrs diperhitungkan limpahan jalur kendaraan serta kebutuhan akan ruang parkir,serta pengembangan jalur sirkulasi dalam kota yang baru apabila malioboro tdk dpt diakses kendaraan bermotor..jgn nanti penataan malioboro akan berimbas pada kesemrawutan pada kawasan lain…..dan lagi diakui atau tidak yogya memang membutuhkan ‘malioboro-malioboro’ baru sehingga kegiatan perekonomian dan wisata tidak hanya terpusat pada satu titik saja….

    Reply
  4. ane

    yang penting harga makanan dan parkir sesuai dengan logika, sekarang aja jogja menjadi tujuan wisata ke-6, contoh bali kalau mau maju

    Reply
  5. azif rayani

    indah jogja indahnya malioboro bagi wisatawan. jadikan malioboro aman dan indah serta tertib.
    sebaiknya dikoordinir bang beca yang senantiasa menawarkan tempat-tempat oleh2/batik/dagagu.
    sungguh membosankan jika setiap saat lewat dimalioboro, sama bang becak ditawari bapia,bapia…..!!!! jadi tak perlu menawarkan becaknya kepada semu orang,sebaiknya dibuatkan tempat mangkal becak yg khusus bang becak untuk menawarkan tempat2 tersebut.
    setuju jika ada tempat mangkal bang becak untuk tujuan wisata berkeliling jogja,tetapi dikoordinir sehingga aman dan selamat hingga kembali kepangkalan. tarif ditentukan tertulis di board.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 3 = 12