Kyai Sapu Jagad: Meriam Terbesar ada Di Kraton Solo

Meriam Terbesar. Dalam buku yang ditulis Dr. K.G. Crucq dan J.W. Vogel, menjelaskan bahwa meriam “Anak Makassar” adalah meriam yang terbesar yang pernah ada dan dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam bidang pertahanan. Panjang diameter lobang mulutnya 41,5 cm, sehingga orang dengan mudah dapat masuk ke dalamnya.J.W. Vogel dalam tulisannya yang berjudul “Oost-Indianische Reisbesch-reibung” .

Dia menggambarkan bahwa mulut meriam “Anak Makassar “ milik Kerajaan Gowa itu sedemikan besarnya “dass der grosste mensch gar fuglich hinein kriechten und sich verbergenkan” (sehingga orang yang paling besar sekalipun dengan mudah dapat merayap ke dalamnya dan bersembunyi di situ). Berat meriam “Anak Makassar” ini seluruhnya memiliki bobot 9.500 kg. atau 9,5 ton. Panjang meriam keramat ini enam meter. Dengan kaliber 41,5 cm.

Meriam Kyai Sapujagad saat ini menempati di depan Gladag Kraton Surakarta. Lubangnya untuk lebar sehingga kepala manusia dewasa bisa masuk secara leluasa

Meriam Kyai Sapujagad saat ini menempati di depan Gladag Kraton Surakarta. Lubangnya untuk lebar sehingga kepala manusia dewasa bisa masuk secara leluasa

Dirampas Speelman
Pada 15 Juni 1668 Speelman melancarkan serangan total ke Benteng Somba Opu. Pertempuran hari pertama berlangsung 24 jam terus menerus. Fuselir-fuselir Belanda menembakkan 30.000 peluru. Setelah menderita, 50 orang serdadu Belanda tewas dan 68 orang luka parah, maka Belanda berhasil menduduki pertahanan pertama Benteng Somba Opu yang tebal dindingnya 12 kaki itu. Namun perang tetap berkobar. Pertempuran berlangsung dengan sengitnya. Akhirnya, setelah bertarung habis-habisan selama 10 hari siang dan malam, pada tanggal 24 Juni 1669, seluruh Benteng Somba Opu dapat dikuasai oleh Belanda.

Dua ratus tujuh puluh dua pucuk meriam besar kecil, di antaranya meriam keramat “Anak Makassar” dirampas oleh Speelman. Benteng dan Istana Somba Opu kemudian diratakan dengan tanah. Beribu pond buskruit meledakkan benteng dan istana itu. Udara memerah bak menyala, tanah menggelegar, berhamburan ke angkasa.

Kyai Sapu Jagad: Terbesar yang Masih ada
Selain itu saat ini yang masih bisa dilihat adalah Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad yang terletak di depan Gladak Kraton Kasunanan Solo. Panjangnya sekitar 6 meter dengan lubang sekitar bola masaket. sehingga kepala bisa leluasa dimasukan. Bahan dari cor logam berkualitas. Tampak tahan karat dan mengkilat. Bisa dibayangkan kalau ditembakan…berrr benteng setebal 2 meter mungkin bisa bobol..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


3 + = 10