Caving di Gua Cerme

Merupakan gabungan dari beberapa gua yang lebih kecil, Gua Cerme termasuk salah satu tempat wisata yang menarik. Baik bagi para pecinta alam, atau mereka yang menyukai wisata dengan bumbu sejarah. Gua Cerme terletak di desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, tepatnya sekitar 22 km dari kota Jogja. Jalanan menuju ke gua ini pun telah teraspal halus, sehingga memudahkan para wisatawan yang berminat berkunjung. Namun jalanan halusĀ  yang dapat ditempuh dengan kendaraan ini berakhir sekitar 1,5 km dari mulut gua. Perjalanan selanjutnya menuju gua pun harus ditempuh dengan berjalan kaki. Hitung-hitung pemanasan sebelum caving.

Dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi, Gua Cerme tampak asri. Di dalamnya, gua alami ini mempunyai banyak stalagnit dan stalagmit yang memukau. Dengan adanya aliran sungai kecil di sepanjang gua, para pengunjung pun harus rela berbasah-basahan. Sungai kecil tersebut mempunyai nilai historis tersendiri. Pada masa penjajahan, rupanya sungai kecil di dalam Gua Cerme pernah digunakan oleh Belanda untuk mengaktifkan pembangkit tenaga listrik. Bekas-bekasnya pun hingga saat ini masih terlihat.

Gua CermePanjang total Gua Cerme mencapai sekitar 1300 meter, hingga menembus sampai Kabupaten Gunungkidul. Untuk menelusurinya, para pengunjung harus membiasakan diri untuk terendam air, karena tak ada bagian yang berupa tanah lembab sekalipun. Kedalaman air memang tak terlalu dalam, hanya sekitar 0,5-1 meter saja. Namun di beberapa tempat, atap gua sedemikian dekatnya dengan permukaan air sehingga para pengunjung pun diharapkan sudah siap secara fisik dan mental saat memutuskan untuk menelusuri gua ini. Walau kondisinya yang menantang, sebenarnya Gua Cerme sudah kerap dilalui oleh penduduk sekitar maupun pengunjung hingga tembus ke ujung satunya. Karenanya, Gua Cerme dapat dibilang cukup aman bagi pemula yang berniat caving.

Untuk menelusurinya, dibutuhkan waktu sekitar 90 menit. Dengan banyaknya persimpangan dan lorong yang dapat menyesatkan, para pengunjung sebaiknya ditemani oleh seorang penunjuk jalan yang telah biasa menelusurinya agar aman. Jangan sampai Anda terjebak dan tak dapat mencapai mulut gua. Senter, obor, petromaks atau penerangan lain pun wajib dibawa. Gua yang tak tersentuh sinar matahari ini tentu saja akan gelap.

Selain pemandangan stalagnit dan stalagmit yang menakjubkan, sebenarnya gua ini juga menyimpan kisah-kisah historis. Gua Cerme dahulunya adalah tempat pertemuan para Walisongo untuk mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam. Kata Cerme sendiri berasal dari kata Ceramah, yang biasa dilakukan oleh Walisongo.

Karenanya, saat menelusuri Gua Cerme, akan dijumpai gua-gua lain yang sering digunakan untuk bertapa, yang berada di sebelah kanan dan kiri mulut gua. Pertama adalah Gua Umum, gua ini dapat digunakan untuk bertapa siapa pun. Kemudian terdapat Gua Dalang yang biasanya digunakan oleh para dalang agar tercapai cita-citanya. Gua Sinden, mirip dengan Gua Dalang, digunakan oleh para pesinden atau waranggana untuk memajukan karier. Keempat adalah Gua Kaum yang biasa digunakan oleh mereka yang ingin menjadi tokoh agama (kaum). Di tempat inilah konon para Walisongo bertemu untuk membicarakan syiar agama Islam. Dan Gua Maling merupakan salah satu gua yang sangat terkenal karena dulunya sering digunakan oleh pencuri (maling) untuk bersembunyi. Letaknya pun memang tersembunyi, agak ke atas dan harus memanjat tebing.(ind)

source: trulyjogja.com
foto: www.indo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 5 = 13