Baluarti dan Pojok Beteng

Baluwarti dapat diartikan sebagi tembok tinggi yang mengelilingi komplek kraton yang berfungsi sebagi penahan serangn musuh. Dinding ini dibangun atas prakarsa Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangku Negoro yang kelak menjadi Hamengkubuwono II pada 1785-1787. Dinding ini melingkari kota tua beserta istana di dalamnya dengan luas kira-kira 3,5 mil persegi.Baluwerti memanjang dari Alun-alun Utara ke timur sampai Gondomanan dan berbelok ke selatan sampai Pujokusuman. Kemudian ke arah barat sampai nDaengan dan membelok ke utara sampai Suronatan/Notoprajan dan mengakhiri ke arah timur sampai sebelah barat Alun-alun Utara. Pada jaman dahulu disekeliling Baluarti terdapat kolam buatan yang mengelilingi baluarti yang disebut dengan Jagang.

Tinggi Baluwerti bervariasi kira-kira 3-4,5 meter. Ketebalannya pun beragam antara 3-5 meter. Dinding ini memiliki anjungan yang cukup untuk dilewati oleh kuda maupun senjata berat artileri. Pada keempat sudutnya memiliki bastion. Saat ini tinggal 3 buah dan dalam keadaan rusak. Sebuah bastion di timur laut (Gondomanan) telah hancur di ledakkan oleh Inggris pada 1812.

Baluwerti memiliki 5 (lima) Pintu Gerbang Kota atau sering disebut Plengkung. Sebelah utara ada dua yaitu Gerbang Jogosuro di sebelah barat Alun-alun Utara dan Gerbang Tarunosuro di sebelah timur Alun-alun Utara. Gerbang Jogosuro sering juga disebut dengan Plengkung Ngasem. Gerbang ini mulai pemerintahan Hamengkubuwana VIII telah berubah bentuk menjadi gapura bentar. Gerbang Tarunosuro sering dikenal dengan Plengkung Wijilan dan masih utuh hingga sekarang (april 2007). Pada zamannya gerbang ini adalah pintu resmi istana putra mahkota nDalem Sawojajar.

Di sebelah barat terdapat Gerbang Jogoboyo atau disebut Plengkung Taman Sari. Gerbang ini juga telah berubah bentuk menjadi gapura bentar. Disebelah timur terdapat Gerbang Madyosuro. Gerbang ini sering disebut dengan Pelngkung Buntet/tersumbat. Gerbang ini pernah ditutup oleh Hamengkubuwana II semasa serangan Inggris tahun 1812. Dan pada pemerintahan Hamengkubuwana VIII dibuka kembali. Sekarang sudah hampir tidak ada bekas yang tersisa dari gerbang ini.

Sebelah selatan terdapat Gerbang Nirboyo atau dikenal dengan plengkung Gadhing. Gerbang ini merupakan tempat keluarnya jenazah sultan yang wafat untuk dimakamkan di Imogiri. Gerbang ini termasuk gerbang yang masih utuh.

Disetiap sudut Baluarti dinamakan dengan Pojok Beteng. Saat ini terdapat 3 pojok beteng yaitu: Pojok Beteng Barat, Selatan dan Timur. Di tempat tersebut terdapat tempat pengintaian bagi musuh yang akan datang.

Kondisi Saat Ini

Pasca gempa beberapa tahun lalu, beberapa pojok beteng menhalami kerusakan. Susah ada beberapa pojok beteng yang sudah diperbaiki, misalnya Pojok Beteng Timur.